Posted on

Miss Sloane (2016)

Miss Sloane adalah sebuah film cerita seru politik tahun 2016, garapan John Madden dan ditulis oleh Jonathan Perera. Film ini bercerita tentang Elizabeth Sloane (Jessica Chastain) yang merupakan seorang lobbyist handal dan tangguh, status yang ia punya adalah “most wanted” karena meskipun high priced ia merupakan master di bidang yang ia geluti itu.

Sebagai sosok yang ambisius, Miss Sloane adalah pelobi andalan George Dupont (Sam Waterston) dan dipercaya akan selalu menunaikan misi yang ditugaskan padanya, dia merupakan sosok yang ditakuti oleh lawan-lawannya. Suatu ketika Elizabeth Sloane membuat kejutan, dia mundur dari tempat ia bekerja dan memilih bergabung dengan philanthropist bernama Rodolfo Schmidt (Mark Strong). Celakanya kasus yang harus ia tangani adalah masalah terkait penjualan dan kepemilikan senjata, hal yang menciptakan kontras karena sebelumnya Elizabeth Sloane pernah berada di sisi sebaliknya.

Ada beberapa tokoh kunci yang mengerubungi Elizabeth: Jane Molloy (Allison Pill), mantan asisten Elizabeth yang tak ikut hijrah bersamanya karena lebih mementingkan masa depan karir dan juga karena tak tahan dengan perlakuan Elizabeth; George Dupont (Sam Waterston), mantan Bos Elizabeth yang hanya peduli dengan besarnya dompet klien; Pat Connors (Michael Stuhlbarg), sang rival yang tak sebrilian tapi tampaknya lebih licik daripada Elizabeth; serta Esme Manucharian (Gugu Mbatha-Raw), partner baru Elizabeth yang punya masa lalu soal kekerasan senjata. Elizabeth adalah oportunis yang rela melakukan apapun demi kemenangan, dan ia tak memandang kawan atau lawan asalkan agendanya sukses.

Meski bertempo cukup cepat, awalnya film arahan John Madden (Shakespeare in Love, The Best Exotic Marigold Hotel) ini agak sulit diikuti, karena pemaparan plot, termasuk penggunaan alur maju-mundur, tidak begitu rapi, disamping bertaburnya karakter pendukung yang harus diidentifikasi satu persatu.

 

Untungnya, memasuki pertengahan tempo dan ritme film mulai berjalan dengan lebih teratur. Kelokan ceritanya jelas dan lebih gampang diikuti. Ditangan Aaron Sorkin, bisa jadi filmnya akan lebih banyak bertaburan dialog dan jargon yang memposisikan diri sebagai film cerdas. Miss Sloane mungkin tidak secerdas itu, namun ia membayarnya dengan intensitas dan akibatnya menjadikan Miss Sloane sebagai sebuah thriller politik renyah.

Sebagai sebuah drama thriller Miss Sloane wajib untuk menjaga penonton agar tetap merasa terlibat dan tertarik pada cerita, itu berhasil film ini lakukan dengan baik. Terdapat tricks and trade yang digunakan dengan baik oleh John Madden di sini, dari uang dan juga kontak ia coba menunjukkan bagaimana sikap cynicism yang dimiliki publik terhadap sistem yang bekerja di dalam pemerintahan. They feel authentic sama seperti performa akting dari bintang utama kita yaitu Jessica Chastain. She’s a powerhouse here, seorang career-obsessed lobbyist yang smart and slick Chastain mengekspresikan karakternya secara sangat efektif, semangat menang Sloane ia tampilkan secara halus, sulit untuk berpaling darinya ketika ia muncul di layar.

Sebagai karakter perempuan, Miss Sloane dibebani oleh beberapa ekspektasi. Menjadi lebih feminim atau maternal misalnya. Kualitas yang tidak begitu gampang ditemukan dalam atribut Miss Sloane. Lantas, apakah dengan demikian Miss Sloane adalah film buruk? Jawabanya jelas tidak.

Secara denotasi, Miss Sloane adalah film konvensional dengan pendekatan cerita konvensional pula. Namun ia diberkahi dengan karakter utama tidak konvensional. Setidaknya tidak dalam persepsi tradisional yang patriarkis. Secara konotasi, Miss Sloane tidak lagi utuh berbicara tentang politik dengan harafiah (entah itu korupsi, intrik, konspirasi, dan semacamnya), tapi lebih tentang bagaimana perempuan cerdas/terdukasi baik/berkuasa kerap diposisikan sebagai ancaman. Jika kemudian ia menghibur untuk disaksikan maka itu hanyalah bonus semata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *